Life Style

Mengakui Kesalahan Begitu Indah

Oleh: Hj. Desmawati Djuliar

Banyak sekali kisah soal bagaimana para sahabat yang mengakui kesalahannya, agar dirinya bisa diterima oleh orang di sekelilingnya dalam pergaulan sehari-hari.

Sebab menurut pemikiran yang sehat, mengakui bahwa diri ini salah, jauh lebih baik dan terhormat, daripada berusaha membenarkan yang salah karena kita tidak mampu menjalankannya, atau tidak mau meninggalkannya.

Apa saja yang kita lakukan hendaklah mengakui bila memang itu ada ditemui kesalahan. Baik salah, dalam memahaminya, salah dalam menjalankannya atau memang sengaja melakukannya namun ternyata menimbulkan ketidak senangan bagi orang lain. Akui saja salah itu, agar orang lain menaruh simpati dan rasa hormat kepada kita.

Lihat Juga  Beginilah Wanita Sebaiknya

Syeikh Ali Thontowi –rohimahulloh– pernah mengatakan, ketika beliau berbuat satu kesalahan; “Adapun masalah yang aku lakukan adalah salah, maka demi Allah aku tidak akan mengumpulkan pada diriku (dua keburukan, yakni); perbuatan buruk dan perkataan buruk,”

Ali Tantowi meneruskan, “Aku tidak akan menyembunyikan kebenaran karena aku menyelisihinya, aku juga tidak akan berdusta atas nama Allah dan berdusta kepada manusia. Aku mengakui bahwa diriku salah atas perbuatan yang kulakukan.”  Cara seperti itu ternyata, jauh meringankan beban hati dan semua orang menaruh simpati dan senang atas pengakuan salah kita itu.

Berani mengakui kesalahan berarti berani memupuk kerendahan hati dan tidak memberi ruang terhadap kepongahan atau kesombongan. Termasuk memaklumi dan memaafkan orang lain. Yang demikian itu jauh lebih ringan rasanya di jiwa ini.

Lihat Juga  Rasa Berat untuk Meninggalkan Kebiasaan Buruk

Mengakui kesalahan bukanlah pertanda kelemahan kita, lalu diperlukan kekuatan yang luar biasa besar untuk mampu melihat dan mengakui kesalahan yang telah kita perbuat. Terlebih lagi untuk meminta maaf sekaligus membangun komitmen baru untuk memperbaikinya. Mengakui kesalahan dan bersedia menerima konsekuensinya, kita dapat tertidur dengan tenang di malam hari. Kita pun tak perlu takut untuk bangun keesokan harinya. InsyaAllah.(*)

 

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close