Figur

Jangan Biarkan Putri Kita Tinggalkan Ilmu Islam

Dan anehnya, ada orangtua lebih nyaman melihat anaknya bergaul tanpa batas

TRENWANITA.COM – Seringkali kita dicekoki dengan berbagai pendapat. Bahwa anak-anak muda Islam bila pergi mengaji ke majlis taklim disebut sebagai jamaah yang membahayakan. Padahal mereka ingin   memperdalam ilmu agama, mengikuti kajian dan belajar untuk mendapat tuntunan agama, sehingga kualitas agamanya makin baik terutama dalam menjalankan ibadah.

KARENA TUDUHAN seperti itu, maka serta merta orangtua pun jadi khawatir anaknya pergi ke kelompok kajian Islam – yang notabenenya adalah Tadabur Al Quran dan Hadist. Banyak cerita ketika orangtua  ketakutan saat melihat anaknya liburan dari pesantrennya, karena melihat pakaian putrinya itu sangat rapi menutup aurat sesuai syariat Islam. “Apa anak saya sudah kerasukan pemikiran radikal?” Aneh bila ada pernyataan seperti itu dari orangtua atau seorang ibu.

Ada satu hal yang buruk  membekas dalam benak para orangtua tanpa disadari. Dan anehnya, para orangtua lebih nyaman melihat anaknya bergaul tanpa batas. Itulah yang dianggap wajar. Mereka senang melihat anaknya menghabiskan waktu untuk melamun, karena dianggapnya sedang puber.

Dan akhirnya para orangtua tanpa disadari memberi ‘wejangan’, “Hati-hati kalau ngaji di masjid.” Anak-anak muda yang rumit memilah jenis pengajian, akhirnya memutuskan untuk duduk-duduk di kafe, nongkrong di jalanan, bahkan tempat-tempat dosa. Dan mereka pun jauh dari masjid.

Luar biasa pemahaman itu menyebar diantara kita. Ini merupakan rencana jahat dari kelompok yang tak senang dengan  generasi muda Islam. Mereka ingin menjauhkan anak muda kita dari masjid dan pengajian ilmu Islam.  Padahal, kebangkitan Islam itu berawal dari kebangkitan anak-anak mudanya.

Lihat Juga  Figur Wanita Tangguh Ahli Ibadah Wajib Diteladani

Dengarkan penjelasan Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya saat menjelaskan tentang kata: Fityah (pemuda), dalam Surat Al Kahfi, sebagaimana dikuitif oleh DR. Mahmud Muhammad ‘Imaroh,  Dosen Universitas Al Azhar Mesir ;”…Untuk itulah kebanyakan yang menyambut (seruan) Allah dan Rasul Nya shallallahu alaihi wasallam adalah pemuda. Adapun orang-orang tua dari Quraisy, kebanyakan mereka tetap bertahan dalam agama mereka dan tidak masuk Islam kecuali sedikit saja.”

Dalam tulisan DR. Mahmud Muhammad ‘Imaroh, Dosen Universitas Al Azhar Mesir,  mengemukakan  data usia mereka yang masuk Islam di masa dakwah rahasia Nabi (sepanjang 3 tahun), dalam buku beliau Khawatir wa taammulat fis sirotin nabawiyyah, h. 125-129. Beliau mengambilnya dari dari Majalah Al Wa’yu Al Islamy, Edisi 77 (Arrahma-2015).   Di sini dinukilkan apa adanya dari buku tersebut:

Ali bin Abi Thalib usianya 8 tahun,

Zubair bin Awwam 8 tahun,
Thalhah bin Ubaidillah 12 tahun
Arqam bin Abil Arqam 12 tahun
Abdullah bin Mas’ud Menjelang 15 tahun
Said bin Zaid Belum 20 tahun
Saad bin Abi Waqqash 17 tahun
Mas’ud bin Rabi’ah 17 tahun
Ja’far bin Abi Thalib 18 tahun
Shuhaib Ar Rumi belum 20 tahun
Zaid binHaritsah menjelang 20 tahun
Utsman bin Affan sekitar 20 tahun
Thulaib bin Umair sekitar 20 tahun
Khabbab bin Art sekitar 20 tahun
Amir bin Fuhairoh 23 tahun
Mush’ab bin Umair 24 tahun
Miqdad bin Aswad 24 tahun
Abdullah bin Jahsy 25 tahun
Umar bin Khattab 26 tahun
Abu Ubaidah bin Jarrah 27 tahun
Utbah bin Ghazwan 27 tahun
Abu Hudzaifah bin Utbah sekitar 30 tahun
Bilal bin Rabah sekitar 30 tahun
Khalid bin Said sekitar 30 tahun
Amr bin Said sekitar 30 tahun
Ayyasy bin Abi Rabi’ah sekitar 30 tahun
Amir bin Rabi’ah sekitar 30 tahun
Nu’aim bin Abdillah sekitar 30 tahun
Utsman bin Madz’un sekitar 30 tahun
Abdullah bin Madz’un 17 tahun
Qudama bin Madz’un 19 tahun
Saib bin Madz’un sekitar 10 tahun
Abu Salamah bin Abdul Asad sekitar 30 tahun
Abdurahman bin Auf sekitar 30 tahun
Ammar bin Yasir antara 30-40 tahun
Abu Bakar 37 tahun
Hamzah bin Abdul Muthalib 42 tahun
Ubaidah bin Harits 50 tahun
Amir bin Abi Waqqash masuk Islam setelah urutan orang ke-10
As Sail bin Utsman syahid di perang Yamamah (11 H) umurnya masih 30 tahun

Lihat Juga  Intip Gaya Nur Asia Istri Sandiaga Uno yang Kekinian

Dan ini kalimat DR. Mahmud Muhammad ‘Imaroh. Walau  Quraisy terus menerus melakukan teror dan intimidasi terhadap orang-orang lemah. Tetapi anak-anak muda ini justru mengumumkan keislaman mereka, dengan konsekuensi yang sedang menanti mereka berupa kesulitan hidup, bahkan  harus mati!
Deretan nama di atas menunjukkan kebenaran kalimat Ibnu Katsir bahwa kebesaran Islam ini lebih banyak ditopang oleh anak-anak muda.  Sebenarnya, keinginan menjauhkan Islam dari anak mudi Islam kita  memang dirancang oleh kaum yang tidak sedang dengan Islam.

Pemuda adalah kekuatan, inspirasi, kreatifitas, ledakan ruhiyah, ketegaran, kesegaran, enerjik, karya besar dan penopang peradaban Islam. Wallohu A’lam .(*)

Penulis:  Emil Rosmali

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close